Semoga keamanan kembali melingkupi Suriah, karena hidup di Suriah sebelum 2011 adalah surga dan hidup di Suriah saat ini tak ubahnya bagai neraka. Jangan percaya semua hal yang kalian lihat dalam berita (tentang Suriah) karena hanya orang-orang yang tinggal di Suriah yang mengetahui bagaimana hidup di Suriah yang sebenarnya.
Menurut Kantor Berita ABNA, Suriah adalah negara dengan letak paling strategis di Timur Tengah. Ditepinya ada laut Mediterania sementara dibagian utaranya bertabatasan dengan Turki. Dibagian timur berdampingan dengan Irak, dibagian Barat berbatasan dengan Lebanon dan dibagian selatan bertetangga dengan Yordania dan Palestina. Letaknya yang strategis tersebut menjadikan Suriah negara kaya dan bependuduk makmur. Damaskus ibukota Suriah, termasuk kota maju dan modern. Namun ketenangan dan kemakmuran penududuknya diusik oleh konflik bersenjata yang sampai saat ini masih terus berlangsung. Bangunan-bangunan megah yang menunjukkan kesejahteraan rakyat Suriah sejak tahun 2011 menjadi puing-puing yang lagi tidak layak huni.
Berikut sebuah artikel yang diterjemahkan oleh redaksi Liputan Islam dari tulisan You Want the Truth? I Live in Syria, and This Is What It’s Like di Cambio.com, karya Carla Abkarian, seorang gadis remaja usia 15 tahun yang tinggal di Lattakia, Suriah.
***
Suriah. Apa yang dapat kukatakan tentangnya? Aku telah menetap di sana selama 15 tahun. Sepuluh tahun pertama hidupku berjalan normal-normal saja sebagaimana layaknya anak-anak usia 10 tahun. Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Tidak ada perang, tidak ada kebencian, tidak ada sekterian, dan hanya ada cinta. Kami memiliki air, hal yang paling mendasar (yang dibutuhkan) dalam kehidupan selama 24 jam perhari, kami tidak mengkhawatirkan listrik akan padam, kami juga tidak mengkhawatirkan udara dingin pada saat musim dingin. Harga-harga makanan, dan segala sesuatunya normal-normal saja.
Tapi lima tahun terakhir ini? Kami memang bisa bertahan hidup, tetapi aku harap semua segera berakhir karena situasinya begitu menakutkan dan mengerikan. Para tentara berperang, dan sebagian dari mereka tewas. Anak-anak juga tewas. Orang-orang banyak yang hilang. Orang-orang saling membenci satu sama lain karena agama. Ada juga orang-orang yang terpaksa meninggalkan kota kelahirannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan sebagian dari mereka tenggelam di lautan. Aku yakin kalian telah mendengar tentang seorang anak kecil yang yang ditemukan tewas di pantai Turki. Begitulah, tetapi dia bukanlah satu-satunya anak kecil yang menderita. Ada ribuan anak-anak yang meninggal tiap harinya karena perang.
Aku harap semuanya berakhir. Mimpi buruk ini telah terjadi selama lima tahun. Untuk orang-orang yang membaca ini, aku harap kalian mendoakan kami dan mendoakan Suriah. Untuk Tuhan, kasihilah kami, karena yang terjadi saat ini bukanlah hal yang baik. Aku harap kami bisa mendapatkan hidup kami kembali. Semoga keamanan kembali melingkupi Suriah, karena hidup di Suriah sebelum 2011 adalah surga dan hidup di Suriah saat ini tak ubahnya bagai neraka. Jangan percaya semua hal yang kalian lihat dalam berita (tentang Suriah) karena hanya orang-orang yang tinggal di Suriah yang mengetahui bagaimana hidup di Suriah yang sebenarnya.
—-
Berikut foto-foto yang menggambarkan suasana Suriah sebelum tahun 2011 yang menunjukkan kedamaian dan ketenangan penduduknya sebelum mereka diseret dalam perang yang memporakporandakan negara mereka oleh rekayasa Zionis Internasional.

Berikut sejumlah foto yang memberi pembandingan kondisi Suriah sebelum dan setelah perang:




